Techno

5 Hal yang Sering Terlewat saat Mengecek Keamanan Data Center

Tim enterprise sudah pasti melakukan sejumlah prosedur penilaian dalam pemilihan data center. Umumnya, seleksi data center meliputi hal-hal dasar seperti lokasi, kapasitas, SLA, dan biaya.

Namun, setelah layanan berjalan dan terjadi trouble seperti downtime, penyebabnya seringkali bukan pada spesifikasi awal, tapi lebih kepada small details yang kadang masih terlewat dari perhatian.

1.   Zonasi Akses

Jika berkaitan dengan hal krusial seperti data center, maka memastikan akses saja tidak akan cukup. Seharusnya bisa lebih detail lagi dengan memperhatikan zonasi yaitu area mana yang dapat diakses oleh peran dan kondisi tertentu.

Pastikan layanan data center sudah melakukan pemisahan yang jelas antara area publik, area operasional, dan area kritikal. Kebijakan hak akses sebaiknya diatur berdasarkan peran (role) dan siapa yang memberi persetujuan.

2.   Change Management

Perubahan kecil yang tidak terkendali dapat memberikan dampak downtime besar. Adjustment seperti pekerjaan listrik, penyesuaian pendingin, perubahan jalur kabel, atau aktivitas perawatan yang tidak terkoordinasi dapat berdampak buruk.

Data center infrastructure yang baik biasanya melakukan perubahan dengan proses yang matang. Dimulai dari perencanaan, persetujuan, jadwal, mitigasi risiko, serta rencana rollback. Pastikan layanan data center yang digunakan dapat memastikan bahwa pekerjaan rutin tidak akan mengganggu jalannya aplikasi.

3.   Incident Response

Tentu mustahil jika ada fasilitas yang mengklaim kebal oleh insiden. Insiden masih wajar terjadi, namun yang jadi penentunya adalah cara mendeteksi dan merespons insiden. Alur respons harus benar-benar jelas sejak awal. SLA bitera mengenai power availability 99,999% ( five nines ).

Selain itu, pihak penyedia layanan juga harus dapat mengkomunikasikannya dengan baik karena hal tersebut merupakan bagian penting dari data center security. Lebih baik lagi, jika selalu ada pelaporan insiden serta analisis penyebab.

4.   Monitoring Lingkungan

SLA penting, namun kondisi lingkungan tidak kalah penting untuk diperhatikan. Kualitas lingkungan seperti suhu, kelembapan, beban daya merupakan area inti dari data center infrastructure.

Pastikan juga bahwa proses monitoring dilakukan secara real-time, bisa melakukan deteksi dini, serta terhubung dengan SOP. Mintalah contoh dashboard atau report monitoring kepada pihak penyedia layanan.

5.   Tata Letak Teknis

Gangguan juga dapat bermula dari pekerjaan fisik seperti penarikan kabel, aktivitas di bawah raised floor, atau bahkan penyimpanan alat yang kurang kontrol. Cara paling tepat untuk memastikan tata letak teknis adalah dengan berkunjung langsung ke lokasi data center.

Perhatikan tatanan area kerja, apakah ada aturan housekeeping dan apakah sudah jelas batasan untuk aktivitas berisiko. Kontrol aset juga perlu diperhatikan. Proses keluar dan masuknya alat perlu dicatat.

Bitera, Tawarkan Data Center Infrastructure yang Andal

Bitera merupakan penyedia fasilitas data center dengan infrastruktur yang efisien dan keamanan yang tinggi. Bitera memastikan data center security tingkat atas dengan berbagai lapisan perlindungan.

Akses dikontrol ketat menggunakan kombinasi pemindai tubuh dan barang, kartu akses, PIN, dan sistem biometrik. Semua area berada di bawah pengawasan CCTV 24/7, memberikan perlindungan yang kuat.

Infrastruktur Bitera dirancang untuk bertumbuh, menawarkan solusi yang dapat diskalakan dengan kemampuan menampung lebih dari 4.000 rak dan kapasitas daya hampir mencapai 30MW. Fleksibilitas ini memastikan adaptasi yang mulus terhadap beragam kebutuhan pelanggan.

 

 

 

 

 

Comment here